Standar Operasional Prosedur (SOP)
Panduan Lapangan & Keselamatan Kerja Quarbor GTS
Protokol kerja profesional: dari perlindungan diri (K3), logistik alat, teknik eksekusi, hingga manajemen panen yang bersih.
6.1 Prioritas Keselamatan Kerja (K3 & APD)
Bekerja di bawah tegakan pohon pinus memiliki risiko alami yang tidak boleh diabaikan. Selain kondisi medan hutan yang licin dan tajam, bahaya kejatuhan material dari ketinggian pohon hingga 30+ meter menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, standar APD wajib bagi setiap penyadap meliputi:
- Helm Safety (Wajib): Pelindung kepala utama dari risiko kejatuhan kerucut/buah pinus, ranting/dahan kering yang lapuk, serta serpihan kulit kayu keras di area tegakan.
- Sepatu Lapangan / Boot: Melindungi kaki dari duri, tunggul kayu tajam, atau risiko gigitan hewan liar di area bawah hutan.
- Pakaian Pelindung: Menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang selama beraktivitas di lapangan guna menghindari goresan semak belukar.
Dokumentasi: Standar kelengkapan APD (Helm safety, sepatu boot, dan pakaian lapangan) bagi penyadap profesional.
6.2 Persiapan Logistik & Manajemen Alat (Pre-Operation)
- Manajemen Baterai: Pastikan membawa 3 hingga 4 unit baterai cadangan berkapasitas 6 Ah agar target pengerjaan harian (mencapai 150–200 pohon) tuntas tanpa hambatan kehabisan daya.
- Mata Bor: Selalu sedia minimal 2 buah mata bor Auger Bit 8 mm dalam kondisi tajam dan bersih untuk menjaga efisiensi putaran mesin.
- Aplikasi Stimulan: Gunakan cairan Ethephon 5% (formula gel *slow release*) dengan alat semprot pompa oli khusus berjarum panjang (±15 cm) untuk dosis 1 kali tekan per lubang.
- Seleksi Pohon: Pastikan pohon pinus telah memenuhi kriteria diameter ideal dan usia matang sadap (hindari pohon yang terlalu muda atau sakit).
6.3 Eksekusi Lapangan & Posisi Sistem Vakum
- Sudut Pengeboran: Miring ke atas dan menyerong ke samping agar gravitasi bekerja optimal.
- Elevasi Saluran & Galon: Pastikan posisi galon penampung selalu berada di titik terendah dari seluruh rangkaian selang. Hindari bentuk jalur selang menyerupai huruf U yang melebihi titik bor tertinggi agar aliran getah tidak tertahan.
- Aktivasi Vakum: Skema ideal dilakukan dengan membiarkan getah mengalir natural selama proses pengerjaan harian, lalu aktifkan atau cek sistem vakum menjelang waktu pulang (atau pengecekan rutin saat keberangkatan ke hutan).
- Batasan Jarak Maksimal Selang (10 Meter): Jarak terjauh sambungan selang dari titik pohon ke galon penampung dibatasi maksimal 10 meter. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi hambatan viskositas getah per pohon, sehingga aliran tetap lancar menuju titik kumpul tanpa risiko penyumbatan di dalam jalur.
6.4 Siklus 6 Hari, Panen (Peludangan / Ludang), & Zero Waste Maintenance
- Manajemen Panen (Peludangan / Ludang): Karena getah dalam sistem tertutup vakum terjaga cair dan tidak membeku ekstrem, proses peludangan sangat mudah—cukup ditiriskan ke wadah penampung utama dalam waktu singkat (30 menit hingga 1 jam per area) tanpa berlepotan.
- Normalisasi Berkala: Periksa spigot dan jalur selang pada setiap siklus pembaharuan kedua. Jika ada kendala, gunakan prinsip *plug-and-play* (potong dan sambung kembali bagian yang tersumbat).
Video Tutorial SOP & Penanganan Masalah Lapangan
Simak panduan visual lengkap mengenai penggunaan APD, teknik pengeboran aman, hingga tata cara normalisasi jalur selang di lapangan.